Jalan Arjuna Kecamatan Trimurjo,Lampung-Tengah Bertahun Tidak Tersentuh Pembangunan,Begini Kondisinya

Uncategorized137 Dilihat

 

 

LAMPUNG TENGAH ,Tinta Merah—

Jalan Arjuna di RW 01 Kelurahan Trimurjo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, mendadak viral dan menuai gelombang kemarahan publik. Bukan tanpa sebab, kondisi jalan yang rusak parah hingga menyerupai kubangan air itu ramai diperbincangkan warganet setelah videonya beredar luas di Facebook dan WhatsApp, Kamis (22/01/2026).

Ironisnya, Jalan Arjuna bukan jalan sembarangan. Akses ini merupakan jalan penghubung menuju Kecamatan Bumi Ratu Nuban sekaligus jalur utama menuju Kantor Kelurahan Trimurjo. Namun realita di lapangan justru mencerminkan pembiaran dan kegagalan tata kelola infrastruktur.

Sindiran pedas pun membanjiri kolom komentar. Akun Facebook Gusti Wijaya menulis dengan nada satire, “Jalan Kelurahan Trimurjo gaes, ukuran kolam 2×3 bisa dipelihara ikan lele. Bagi masyarakat Trimurjo yang membutuhkan kolam langsung ke lokasi.”

Komentar itu langsung disambut warganet lain. Putri Farah menimpali, “Pas gae ternak lele mase,” disusul kalimat bernada putus asa, “Kapan berubah e lor, wes gak berubah pokoe.”

Kekecewaan publik kian meluas. Sodig Samsum bahkan menyarankan agar lubang jalan ditanami pohon pisang saja, “Nanti kalau sudah panen baru bangun jalan.”

Triwijiastuti menulis, “Tiap pulang ke Jalan Arjuna ada sensasi yang menggojlok perut,” menggambarkan betapa rusaknya kondisi jalan tersebut.

Nada kritik makin keras ketika Wiwin Iswan menyinggung dugaan korupsi dan kebijakan yang dinilai tak berpihak pada rakyat. “Kabeh dalane elek kabeh, kakean wong korupsi. Program MBG ora ana faedah blas,” tulisnya dengan nada kecewa.

Bahkan ada warganet yang secara terbuka menyebut nama Presiden hingga Gubernur Lampung, berharap jeritan warga kecil ini sampai ke telinga penguasa.

Hingga pukul 17.45 WIB, tercatat sedikitnya 11 komentar bernada protes di Facebook. Video kondisi jalan tersebut juga disebut telah dikirimkan oleh seorang mantan Lurah Trimurjo dan beredar luas di kalangan jurnalis, mempercepat viralnya persoalan ini.

Fakta yang lebih memukul nurani: berdasarkan pengakuan warga setempat, sekitar 250 meter Jalan Arjuna baru dilapen pada September atau Oktober 2024. Namun belum genap dua tahun, jalan tersebut kini rusak berat dan tak layak dilalui. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius soal kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek.

Awak media telah berupaya mengonfirmasi Camat Trimurjo, Anwar Sadat, untuk meminta penjelasan apakah pihak kecamatan mengetahui kondisi jalan tersebut dan langkah apa yang akan diambil. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada jawaban resmi. Pesan konfirmasi dari wartawan hanya berstatus ceklist satu.

Viralnya Jalan Arjuna bukan sekadar keluhan warga, melainkan tamparan keras bagi pemerintah daerah. Publik kini menunggu, apakah kritik pedas ini akan dijawab dengan tindakan nyata, atau kembali dibiarkan tenggelam bersama lubang-lubang jalan yang makin menganga.

R.Sentot,A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *