Tintamerah – KAB.TANGERANG||Pemerintah Kelurahan Mauk Timur, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menggelar sosialisasi penanggulangan sampah di Aula Kelurahan Mauk Timur pada Rabu (15/04/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Lurah Mauk Timur, Balap, S.IP, dalam sambutannya menekankan bahwa persoalan sampah bukan lagi isu sepele, melainkan tantangan besar yang memerlukan komitmen nyata dari seluruh elemen masyarakat.
“Permasalahan sampah hari ini sudah cukup serius. Kita tidak bisa lagi saling menyalahkan, tetapi harus mencari solusi bersama melalui aksi nyata di lapangan,” ujar Balap.
Hadir sebagai narasumber, M. Imam Sutopo, menjelaskan secara teknis tata cara pengelolaan sampah yang efektif. Ia menyoroti pentingnya menetralisir dampak sampah lingkungan agar proses daur ulang di masa depan menjadi lebih ringan. Uniknya, Imam juga mengajak peserta untuk mengingat langkah pengelolaan melalui penggalan “Mars Sampah”:
1. Sampah Kurangi
2. Sampah Pilah kan
3. Sampah Kompos kan
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Mauk, Wardi; perwakilan UPT 8 DLHK Kabupaten Tangerang, Siti; serta tokoh masyarakat Muhamad Tuan Kota.
Hadir pula unsur Babinsa, Binamas, para Kepala Sekolah, serta perangkat RT dan RW di wilayah Kelurahan Mauk Timur.
Dalam sesi diskusi interaktif, terungkap beberapa kendala mendasar di lapangan, seperti masih adanya kebiasaan warga membuang sampah sembarangan serta keterbatasan sarana prasarana.
Berdasarkan data, Kelurahan Mauk Timur yang terdiri dari 16 RT dan 5 RW memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, namun ketersediaan armada pengangkutan sampah dinilai masih belum memadai.
Menanggapi hal tersebut, pihak kelurahan menyepakati beberapa langkah strategis pasca-sosialisasi, di antaranya:
• Pendataan ulang kebutuhan tempat sampah di tiap unit RT/RW.
• Evaluasi dan pengusulan penambahan armada pengangkutan sampah kepada dinas terkait.
Menutup kegiatan, Lurah Mauk Timur kembali mengingatkan bahwa sistem yang disiapkan pemerintah tidak akan berjalan tanpa dukungan warga.
“Jika kita ingin lingkungan yang bersih dan nyaman, disiplin membuang sampah harus dimulai dari diri sendiri. Pemerintah menyiapkan sistemnya, masyarakat harus siap menjalankannya,” pungkas Balap.






