banner

AMAK Babel Sorot dan Tanggapi Sikap Arogan Kamad MINU Pangkalpinang

  • Bagikan

Pangkalpinang] Tinta Merah,-

Adanya pemberitaan mengenai perusakan gembok pagar salah satu lembaga pendidikan oleh oknum Kepala Madrasah itu sendiri yang terjadi di kota Pangkalpinang, Selasa (19/12) kemarin, menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya dari Ketua AMAK Babel, Hadi Susilo Rabu 21/12/2023

Menurutnya hal tersebut merupakan suatu bentuk arogansi dan pembangkangan dari seorang kepala Madrasah yamg bernaung di Lembaga pendidikan.

“Saya anggap itu bentuk arogansi dan pembangkangan oleh oknum kepala Madarasah tersebut terhadap lembaga yang menaunginya,” ujar Hadi Susilo

“Seharusnya seorang Kepala Sekolah/Madrasah haruslah patuh terhadap aturan dan kebijakan yang dikeluarkan lembaga tempatnya bernaung, bukan malah berusaha menyaingi atau membangkang,” tambahnya.

Masih menurut Hadi Susilo, mungkin saja oknum tersebut sudah terlalu lama ditugaskan untuk memimpin di Madrasah tersebut sehingga dia merasa bosan atau merasa sudah memiliki sekolah tersebut.

“Mungkin dia sudah bosan atau sudah merasa memiliki sekolah tersebut sehingga bisa seenaknya mengangkangi kebijakan LP Ma’arif. Kita akan tanyakan ke Kepala Kanwil Kemenag Babel tanggapannya atas kejadian ini.

Harus ada mediasi dari Kanwil atau copot dan gantikan saja oknum tersebut, karena kejadian tersebut dapat menimbulkan Preseden buruk bagi dunia pendidikan,” tegas Hadi

Untuk diketahui, peristiwa perusakan gembok pagar yang berpotensi mengancam keselamatan siswanya ini dilakukan oknum Kepala Madrasah tersebut terjadi di Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kota Pangkalpinang, dimna oknum Kepala Madrasah tersebut merupakan ASN yang diperbantukan di sekolah tersebut atas permintaan Kepala LP Ma’arif ke Kanwil Kemenag Babel.

Hingga berita ini diturunkan team media masih berusaha untuk menghubungi dan meminta konfirmasi Kepala Kanwil Kemenag Babel, Tumiran Ganefo, serta oknum kepala madrasah MINU Kota Panglalpinang, Zainudin, namun sayang belum mendapatkan tanggapan meski sudah terkonfirmasi.

Akankah Ka Kanwil Kemenag Babel Bereaksi atas sikap Kamad ini? Ataukah memang ada kepentingan dibalik diam dan tanpa reaksi ini.

(Sumber : Kabar Jurnalis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *