TintAMerah-KAB.TANGERANG||Di tengah hujan deras yang mengguyur Perumahan Taman Adiyasa, Blok 0 RT 04 RW 07 dan Blok P RT 02 RW 07, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, warga kini bergolak, kerusakan jalan utama yang becek parah saat musim hujan telah membuat mobilitas mereka terganggu, sementara klaim biaya strategis mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per kepala keluarga (KK) menimbulkan dugaan penipuan. Total 20 KK terdampak, termasuk 12 KK di Blok 0 dan 8 KK di Blok P, menuntut pengembang Taman Adiyasa segera membangun infrastruktur dan memecah surat-surat lahan yang masih menyatu atas nama Adiyasa Konstrindo.
Betmen Libaho, perwakilan warga Blok 0, mengungkap frustrasi: “Sejak awal, hanya ada pengukuran tanpa progres pembangunan apa pun. Kami bayar biaya strategis tapi janji pipa blok dari SD menuju Blok 013 baru disebut ‘bulan puasa nanti’, padahal kondisi jalan sudah tak layak.” Ia menegaskan, permintaan biaya itu diduga oknum, meski pengembang membantah. Ketua RT 04 RW 07, Muji Toro, menambahkan: “Rapat bulanan kami bahas masalah ini berkali-kali, tapi respons pengembang minim—bahkan bingung menjawab keluhan. Ini ancaman keselamatan saat hujan!”
Kades Cikuya Ade Sapei, juga Ketua APDESI Kecamatan Solear, tegas: “Ini ranah pengembang, bukan desa. Mereka harus tanggung jawab sepenuhnya.” Situasi ini mirip kasus historis di kompleks serupa, di mana pengembang lepas tangan terhadap fasos-fasum, seperti yang dilaporkan media lokal tahun lalu.
Belum ada konfirmasi resmi dari pengembang hingga berita ini dipublikasikan pada 25 Januari 2026. Warga siap ajukan gugatan jika janji tak terealisasi, sambil harap intervensi Pemkab Tangerang untuk percepatan.












