Tintamerah-info–Kab.Tangerang|| Perjuangan pilu harus dihadapi Siti Junita (12), bocah asal Kampung Garedog RT 05/RW 03, Desa Dangdeur, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Di usianya yang masih sangat muda, Siti harus bergantung pada mesin hemodialisis (cuci darah) sebanyak dua kali seminggu akibat penyakit gagal ginjal yang diidapnya sejak Februari 2026.
Kondisi Siti yang membutuhkan penanganan medis jangka panjang ini memicu perhatian publik hingga akhirnya direspons oleh pihak Kecamatan Jayanti. Camat Jayanti, Yandri Permana, telah meninjau langsung kediaman Siti dan melaporkan kasus ini kepada Bupati Tangerang untuk penanganan lebih lanjut.
Siti sempat menjalani pemeriksaan awal di RSUD Balaraja sebelum akhirnya dirujuk ke RS Harapan Kita (RS Harkit) Jakarta. Dalam waktu dekat, Siti dijadwalkan menjalani operasi pemasangan alat medis khusus demi mempermudah proses perawatan berkala. Meski biaya obat-obatan ditanggung pihak rumah sakit dan Pemerintah Desa Dangdeur berkomitmen menyediakan mobil siaga desa untuk transportasi, beban operasional harian serta pendampingan psikologis keluarga masih membutuhkan perhatian serius skala kabupaten.
Gagal ginjal pada anak bukan sekadar isu kesehatan biasa, melainkan kondisi darurat medis dan sosial yang membutuhkan intervensi berkelanjutan dari pemerintah daerah.
URGENSI DAN ATENSI KHUSUS UNTUK PEJABAT TERKAIT
> Bupati Tangerang & Sekda : Didesak untuk menginstruksikan pengawalan penuh terhadap kasus Siti Junita agar seluruh jaminan kesehatan dan operasional keluarga ditanggung tanpa hambatan birokrasi.
> Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang : Memastikan ketersediaan fasilitas penunjang serta perlindungan BPJS/JKN Siti terus aktif tanpa kendala administratif, sekaligus melakukan evaluasi penanganan dini gagal ginjal anak di wilayah Jayanti.
> Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang :Segera menyalurkan bantuan sosial berkelanjutan bagi keluarga Siti guna menopang kebutuhan ekonomi selama masa pengobatan panjang di Jakarta.
Perjuangan Siti adalah cermin perlindungan anak dan jaminan kesehatan di Kabupaten Tangerang. Kehadiran pemerintah daerah secara menyeluruh—bukan sekadar bantuan insidental tingkat desa—sangat dinantikan demi memastikan masa depan dan senyum Siti tetap terjaga.










