Aroma KKN Menyengat, Bantuan Ternak Ayam Kampung Pagu Dewan PKB Tangerang Diduga Mengalir ke Keluarga Sendiri

TintAMeraHKab.TANGERANG||Pelaksanaan dana aspirasi atau Pagu Dewan dari Anggota DPRD Kabupaten Tangerang fraksi PKB, Ustur Ubaid menuai sorotan tajam.

Program bantuan ternak ayam kampung yang seharusnya menyasar Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Solear kabupaten Tangerang, diduga kuat sarat akan praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN).

Dugaan rekayasa proposal mencuat setelah ditemukan fakta bahwa struktur keanggotaan KPM didominasi oleh keluarga pemohon.

Mirisnya, ketua kelompok tersebut adalah H. Oong, seorang pensiunan ASN yang menurut keterangan warga sekitar adalah  mertua dari anggota dewan DPRD kabupaten Tangerang partai PKB, Ustur Ubadi.

Proyek yang direalisasikan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang ini pun berdiri di atas lahan Pribadi milik Ustur Ubadi

Realisasi yang Dipaksakan dan Kematian Massal Ternak

Pantauan di lapangan menunjukkan sekitar 800 hingga 900 ekor ayam kampung mendarat di kandang berukuran 8×10 meter pada akhir Desember lalu, namun, baru sebulan berjalan, program ini menunjukkan tanda-tanda kegagalan,

Puluhan ekor ayam mati setiap hari tanpa sebab yang jelas, dari total 900 ekor, kini dikabarkan hanya tersisa sekitar 300 ekor

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keheranannya atas proyek tertutup ini,

“Kami tidak tahu ada bantuan, izin lingkungan pembuatan kandang pun tidak ada, tiba-tiba ada kandang di lahan milik dewan Ustur Ubadi katanya bantuan untuk masyarakat, tapi kok pengurusnya keluarga semua? Kami cuma dapat baunya, sementara bantuan dari menantu (Dewan) malah jatuh ke mertuanya sendiri,” cetusnya sambil menunjuk bangkai ayam yang mulai membusuk.

Respons Pemerintah Desa dan Dinas Terkait

Kepala Desa Pesanggrahan, Agus, membenarkan bahwa dirinya menandatangani struktur keanggotaan tersebut, meski ia mengakui proposal permohonan bantuan tersebut belum terregistrasi secara resmi di desa,

“Namanya masyarakat yang mengajukan, apalagi atas nama kelompok, ya saya layani, Saya pikir untuk membantu warga,” ujar Agus saat dikonfirmasi.

Di tempat terpisah, pihak Dinas Pertanian melalui staf Bidang Pengadaan dan Sarana, Nyoman, menyatakan telah meninjau lokasi bersama tim dokter hewan menyusul laporan kematian massal ternak tersebut.

“Kami sudah memberikan vaksin. Terkait sisa ayam yang hanya tinggal 300 ekor dari total 900, saya akan laporkan dan konfirmasi kembali kepada Kepala Bidang,” jelas Nyoman.

Kritik Keras Terhadap Etika Kebijakan

Bantuan ini dianggap melukai rasa keadilan sosial, di tengah banyaknya pengangguran dan warga tidak mampu di Desa Pesanggrahan, anggaran negara justru dialokasikan kepada mantan ASN yang secara ekonomi dianggap mapan, hanya karena memiliki kedekatan kekeluargaan dengan anggota dewan,

Hingga berita ini diturunkan, anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Ustur Ubaidi, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan “proyek keluarga” yang dibiayai oleh uang rakyat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *