Tintamerah.info-Kab.Tangerang– Warga Kampung Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan maraknya aktivitas peleburan alumunium yang diduga beroperasi secara ilegal di wilayah pemukiman dan tambak ikan mereka. Kepulan asap tebal bernada bau menyengat dari proses pembakaran tersebut kini mengancam kesehatan masyarakat sekitar, terutama kelompok rentan anak-anak.
Berdasarkan informasi di lapangan, terdapat sekitar delapan unit usaha peleburan alumunium yang beraktivitas tanpa pernah melakukan sosialisasi maupun mengantongi persetujuan warga setempat.
“Asapnya bau sekali dan membuat napas sesak, kasihan anak-anak. Sampai hari ini tidak ada penjelasan atau tanggung jawab dari pihak pengelola,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Upaya konfirmasi oleh tim media dan lembaga investigasi ke lokasi pembakaran pun membentur dinding tebal. Pihak pengelola terkesan menghindar dan menutup diri saat hendak dikonfirmasi mengenai legalitas operasional pabrik.
Diduga Kuat Melanggar UU Lingkungan Hidup
Sesuai ketentuan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 (pengganti PP No. 27/2012), setiap aktivitas pengolahan logam atau limbah yang berpotensi memicu Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) wajib mengantongi dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL) serta izin operasional resmi.
Pemerhati lingkungan setempat, Hari, menegaskan bahwa pembiaran terhadap peleburan skala kawasan ini berpotensi masuk ke ranah pidana lingkungan jika benar-benar beroperasi tanpa izin resmi.
“Peleburan alumunium yang abai aturan adalah ancaman nyata bagi kesehatan dan keberlanjutan ekosistem tambak warga. Pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta Satpol PP Kabupaten Tangerang, harus segera turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan tindakan tegas penutupan lokasi,” tegas Hari.
Saat ini warga Kampung Surya Bahari menanti langkah konkret dari Pemkab Tangerang untuk melakukan penertiban demi menyelamatkan kualitas udara dan kesehatan generasi muda di Pakuhaji.






