Tintamerah.info-KAB.TANGERANG||Suasana di perbatasan Kecamatan Cisoka dan Solear masih mencekam pasca-memuncaknya kemarahan warga terhadap aktivitas truk tanah. Memasuki malam kedua, personel gabungan dari Dishub, Polri, TNI, dan Satpol PP melakukan penjagaan ekstra ketat di Pos Pantau Desa Cikuya guna mencegah terjadinya bentrokan fisik antara massa dan armada truk, Kamis (08/01/2026).
Langkah ini diambil menyusul kegeraman warga yang sudah “kenyang” selama bertahun-tahun menghirup debu dan menghadapi risiko kecelakaan akibat ratusan truk tanah yang dituding kebal hukum dan mengabaikan Perbup Tangerang No. 12 Tahun 2022.
Pagar Betis Aparat Gabungan
Untuk menjaga kondusifitas wilayah (Harkamtibmas), pengamanan malam ini dipimpin langsung oleh sejumlah tokoh kunci di lapangan:
Dishub Kabupaten Tangerang, 7 personel di bawah komando Herman bersiaga penuh di titik lintasan.
Kecamatan Solear, Kasie Trantib Sastra, S.Kom, turun langsung memimpin jajaran Trantib.
Pengawalan Ketat, Personel Polsek Cisoka meliputi Bripka Aliyudin dan Brigadir Soni bersiaga mengantisipasi adanya gesekan spontan.
Menjaga Kesepakatan di Atas Tensi Tinggi
Operasi malam kedua ini merupakan buntut dari musyawarah panas yang terjadi sebelumnya. Warga yang sudah berada di puncak kekesalan menuntut tidak ada lagi truk yang melintas di luar jam operasional,
“Kami hadir untuk memastikan tidak ada gesekan. Kondisi masyarakat sedang memanas karena masalah ini sudah menahun. Fokus kami adalah menjaga kondusifitas warga agar tidak terjadi aksi anarkis terhadap ratusan truk yang melintas,” tegas salah satu petugas di
lapangan.
Perlindungan Warga,
Mencegah warga melakukan tindakan main hakim sendiri di jalan raya,
Penegakan Perbup,
Mengawal aturan jam operasional sesuai regulasi pemerintah kabupaten, hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga di Pos Pantau desa Cikuya, kehadiran aparat diharapkan menjadi “pendingin” di tengah suasana yang masih belum sepenuhnya stabil akibat keresahan warga kecamatan Solear dan Cisoka







