Cetak Sejarah di Jenewa, Delegasi Pekerja Indonesia Sambut Konvensi ILO 193 untuk Perlindungan Pekerja Digital

Uncategorized48 Dilihat

Tintamerah.info-Jakarta|| Kepulangan Delegasi Pekerja Indonesia dari Sidang International Labour Conference (ILC) Session ke-114 di Jenewa, Swiss, disambut hangat dan penuh rasa bangga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dipimpin langsung oleh Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten, Dr. Dedi Sudarajat, S.H., M.H., CTA, penyambutan ini menandai babak baru perjuangan buruh dengan dibawanya pulang sebuah pencapaian bersejarah: Disahkannya Konvensi ILO Nomor 193 tentang Platform Economy.

Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan selama hampir dua pekan di forum ketenagakerjaan tertinggi dunia tersebut, Dr. Dedi Sudarajat mengalungkan bunga kepada Ketua Delegasi Pekerja Indonesia, Dartha Pakpahan,

“Keberhasilan disahkannya Konvensi ILO Nomor 193 tentang Platform Economy adalah capaian bersejarah. Ini akan memberikan payung perlindungan yang lebih luas bagi pekerja, khususnya di sektor ekonomi digital yang tumbuh pesat. Tugas besar kita berikutnya adalah mengawal regulasi ini agar segera diimplementasikan di dalam negeri,” tegas Dr. Dedi Sudarajat.

Tonggak Baru Era Ekonomi Digital

Ketua Delegasi, Dartha Pakpahan, mengungkapkan rasa syukurnya atas solidnya tim Indonesia yang berhasil menyuarakan hak-hak pekerja di panggung global. Selain Konvensi 193, sidang juga menghasilkan amandemen penting terkait pedoman dialog sosial tripartit dan kesetaraan gender.

Disahkannya Konvensi 193 adalah tonggak penting. Selama ini, jutaan pekerja platform digital (ojek online, kurir, freelancer) berada di area abu-abu tanpa perlindungan yang memadai. Kini, dunia internasional resmi mengakui hak-hak mereka,” ujar Dartha.

Apresiasi tinggi juga datang dari internal KSPSI. Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, menilai capaian ini membuktikan bahwa gerakan pekerja Indonesia mampu memberi warna dan kontribusi nyata dalam pembentukan standar hukum internasional. Sementara itu, Sekretaris Jenderal KSPSI, Arif Minardi, menambahkan bahwa KSPSI total mengirimkan sekitar 30 delegasi dari berbagai federasi dan daerah.

Kehadiran 30 delegasi ini bukan sekadar hadir, tapi terlibat aktif bertukar pengalaman dan membangun jejaring global. Ini investasi besar untuk kapasitas organisasi kita ke depan,” kata Arif.

Kekompakan Tripartit dan Langkah ke Depan

Salah satu delegasi yang intens mengawal jalannya sidang adalah H. Dewa Sukma Kelana, S.H., M.Kn.Tokoh muda yang menjabat sebagai Sekretaris DPD KSPSI Banten sekaligus Ketua DPD FSP LEM SPSI Banten ini, membagikan pengalamannya mengenai dinamika hubungan industrial global.

Dewa—yang juga aktif sebagai dosen Universitas Pamulang Kampus Serang dan kini tengah menempuh Program Doktor (S3) Hukum Keluarga Islam di UIN Sunan Gunung Djati Bandung—menyoroti pentingnya tindak lanjut di tanah air.

“Selama di Jenewa, kami menunjukkan kekompakan yang luar biasa antara unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja demi kepentingan nasional. Namun, perjuangan belum selesai. Kami berharap hasil ILC 114 ini tidak berhenti menjadi dokumen di atas kertas, melainkan segera diadopsi menjadi kebijakan nasional yang konkret,” pungkas Dewa.

Acara penyambutan di bandara diakhiri dengan foto bersama dan konsolidasi singkat.

Kepulangan delegasi ini bukan akhir, melainkan awal dari advokasi baru untuk memastikan jutaan pekerja digital di Indonesia mendapatkan kesejahteraan dan perlindungan hukum yang layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *